Pengembangan diri, Pengajaran diri, kepercayaan diri, motivasi diri, serta solideritas adalah sedikit dari ide-ide besar R.A. Kartini. Bagaimana mungkin perempuan yang dipingit sejak usia 12 tahun berpemikiran sedemikian berat, kalau bukan karena ia membaca buku.
Di Kepatihan Cicalengka, Jawa Barat pada usia 10 tahun, Dewi Sartika telah membuat kegemparan karena berhasil mengajarkan bahasa Belanda pada anak-anak rakyat jelata. Di usia semuda itu, bagaimana bisa ia membuat hal mencengangkan itu, kalau bukan karena ia pembaca buku.
Cut Nyak Dhien dikenal sebagai ahli agama Islam dan pejuang. Meski rabun dan didera encok karena tua, Cut Nyak Dhien mengacungkan rencong ketika Belanda menyerbu markasnya. Bagaimana mungkin ia begitu teguh untuk melepaskan diri dari penjajahan kalau ia tak pernah membaca dan mengkaji bahwa kemerdekaan memberi kedamaian dan kebahagiaan?
Buku adalah alat berbagi pengetahuan, pembuka wawasan kehidupan. Pengetahuan adalah sumber kebijaksanaan. Dengan pengetahuan, manusia bisa membayangkan masa depannya.
Setiap 21 April kita merayakan Hari Kartini dan Hari Buku Sedunia pada 23 April. Kedua perayaan ini mengingatkan kita pentingnya buku bagi perempuan dan anak-anaknya. Ambillah buku, seraplah pengetahuan, pupuklah kebijaksanaan. Mari bayangkan jalan keluar bagi masa depan kita. (Ynt)

No comments:
Post a Comment