![]() |
| sumber: njymca.org |
Setiap orangtua berharap anaknya selalu sehat, bukan? Ternyata mengasuh dan membesarkan anak agar
selalu sehat itu ternyata simple saja.
Berikut
hal-hal penting yang harus anak dapatkan agar ia bisa tumbuh dan berkembang
dengan baik dan tentu saja sehat.
Gizi
Anak memerlukan nutrisi yang cukup dan berkualitas bahkan sejak
sebelum dilahirkan. Saat masih dalam kandungan, ibu hamil dianjurkan untuk
mengonsumsi makanan yang bernutrisi baik agar calon bayinya bisa tumbuh dan
berkembang menjadi seseorang yang tak hanya sehat tetapi juga unggul. Ibu hamil disarankan mengonsumsi 35% kalori berasal dari lemak, 10% kalori berasal dari protein, dan 55% berasal dari karbohidrat. Selain itu ibu hamil dianjurkan mengonsumsi zat besi, folat, kalsium, vitamin A, B, dan C, serta selenium dan magnesium.
![]() |
| sumber: todaysparent.com |
Setelah lahir, bayi sebaiknya diberi air susu ibu atau ASI sekurang-kurangnya 6
bulan. Bayi yang diberi ASI eksklusif tumbuh lebih kuat dibanding bayi yang tidak
diberi ASI. Proses tumbuh kembangnya pun
menjadi optimal karena biasanya anak terbebas dari sejumlah serangan penyakit
infeksi. Gizi yang seimbang membentuk mesin tubuh yang kokoh.
Hindari Kegemukan
Anak sehat tidak gemuk dan tidak kurus. Orangtua harus tahu caranya agar anak tidak tumbuh menjadi
gemuk. Anak yang gemuk menabung penyakit setelah ia dewasa dan di masa tuanya.
Kegemukan sejak kecil sulit dikoreksi karena ukuran sel-sel tubuhnya menjadi
lebih besar dan jumlah selnya pun melebihi jumlah yang normal. Anak yang sudah gemuk sejak kecil akan sulit
untuk dikempiskan pola tubuhnya. Anak yang gemuk sejak
kecil beresiko terkena diabetes, hipertensi, batu empedu, dan kanker.
Ajarkan Anak Makan
dengan Kepala, Bukan dengan Hati
Menu makan kebanyakan orang saat ini cenderung tinggi kalori
dan lemak. Menu berkalori tinggi diperoleh dari minyak, lemak, gajih, dan gula.
Semua ini banyak terkandung dalam menu junk
food dan fast food, serta aneka
camilan.
![]() |
| sumber: all-free-download.com |
Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi kalori dan
lemak ini cenderung lebih tinggi kadar lemak atau lipid dalam darahnya saat usia remaja. Kondisi ini menyebabkan anak
mudah memiliki karak lemak pada dinding pembuluh darahnya (atherosclerosis). Penyakit pembuluh darah ini akan membebani
jantung, otak, ginjal anak sejak usianya masih muda.
Karat lemak terbentuk melalui proses yang terjadi sejak
kanak-kanak. Jika karat lemak bertumbuh
dua persen setiap tahun, maka dalam waktu 25 tahun karat tersebut sudah
menyumbat separuh lumen pipa pembuluh darah. Proses ini bisa dibatalkan dengan
memberikan pola makan dengan nutrisi seimbang.
Hindari pula bahan kimiawi yang dapat mengancam kebugaran
sel-sel tubuh seperti yang banyak terkandung dalam pengawet, penyedap, pewarna,
dan pemanis. Bahan-bahan ini bisa menyebabkan kanker, darah tinggi, dan
kelainan bawaan.
Hindari Stres pada Anak
Anak di masa kini selain cenderung mengonsumsi makanan tinggi
kalori, lemak, dan gula, juga banyak yang sudah menderita stres sejak kecil.
Itu sebabnya angka serangan jantung dan stroke saat ini bergeser ke kelompok
umur yang lebih belia yaitu sekitar 35 tahun. Dulu krisis kehidupan bermula
setelah usia seseorang mencapai 40 tahun.
Hal yang biasanya membuat anak menjadi cepat stress adalah
kurikulum dan metodelogi sekolah yang tanpa kita sadari mengundang stress dan
merampas waktu bermain anak. Banyak
orangtua yang hanya memberikan pengajaran pada anak, tetapi bukan pendidikan.
Anak dipaksa untuk terus belajar dengan target-target orangtua yang kadang
tidak menarik bagi anak.
Orangtua diharapkan
mampu mengarakan orientasi pendidikan anak dengan benar. Pendidikan bukanlah
jalan agar anak semata-mata menjadi sosok sukses yang mampu mencetak uang
banyak dan status semata. Pola
pendidikan demikian membuat anak kehilangan makna hidup sehingga ia berkembang
menjadi anak kesepian yang tak memahami makna dan arah hidup.
Selain itu, anak juga perlu sehat secara sosial dan bugar
secara spiritual. Itu sebabnya anak perlu diajak bergaul dan berkomunitas.
Menghindari stress pada anak akan membangun anak sehat secara
rohani, sosial, dan spiritual yang nantinya akan berdampak pada kondisi
fisiknya pula.
Hidup Tertib dan
Teratur
![]() |
| sumber : likemindedmamas.com |
Tubuh memiliki lonceng (biological
clock) yang harus disetel dari sejak kecil. Cara menyetel jam biologis ini
dapat melalui kedisiplinan. Disiplin dalam hidup berarti menanamkan karakter
menjunjung tinggi kebenaran, menerima tanggungjawab, menunda kepuasan, dan
hidup seimbang dunia dan akhirat.
Disiplin membuat mesin tubuh dapat bekerja lancar dan
efisien; tahu kapan jam makan, jam jeda, jam tidur, dan jam beraktivitas.
Dengan demikian lambung tahu kapan harus bekerja, otak tahu kapan boleh
berisitirahat, dan kelenjar-kelenjar
tubuh tahu kapan harus bergiat.
Rata-rata orang yang berumur panjang menjalani hidup yang
tertib, segala sesuatu terjadwal, dan disiplin menjalankannya. Dengan mesin
tubuh yang lancar, anak akan tumbuh menjadi sosok yang bugar. Mesin tubuh yang
sudah disetel dengan jadwal yang dijalankan tertib lebih sensitive merasakan
isyarat lapar, mengantuk, dan butuh istirahat.
Sebaliknya, tubuh yang tidak terjadwal waktu biologisnya
biasanya kurang mampu melawan krisis fisik. Tubuh menjadi kurang bugar.
Yuk ah, berinvestasi kesehatan untuk anak. (Ynt)
Sumber:
Dr. Handrawan
Nadesul, Sehat itu Murah, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Mei 2007
Makanan Sehat untuk Ibu Hamil Muda samapai Melahirkan, Mediskus.com



