Tuesday, March 29, 2016

Cara Mudah agar Anak Selalu Sehat

sumber: njymca.org


Setiap orangtua berharap anaknya selalu sehat, bukan?  Ternyata mengasuh dan membesarkan anak agar selalu sehat itu ternyata simple saja.

Berikut hal-hal penting yang harus anak dapatkan agar ia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan tentu saja sehat.

Gizi

Anak memerlukan nutrisi yang cukup dan berkualitas bahkan sejak sebelum dilahirkan. Saat masih dalam kandungan, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bernutrisi baik agar calon bayinya bisa tumbuh dan berkembang menjadi seseorang yang tak hanya sehat tetapi juga unggul. Ibu hamil disarankan mengonsumsi 35% kalori berasal dari lemak, 10% kalori berasal dari protein, dan 55% berasal dari karbohidrat. Selain itu ibu hamil dianjurkan mengonsumsi zat besi, folat, kalsium, vitamin A, B, dan C, serta selenium dan magnesium. 

sumber: todaysparent.com

Setelah lahir, bayi sebaiknya diberi  air susu ibu atau ASI sekurang-kurangnya 6 bulan. Bayi yang diberi ASI eksklusif  tumbuh lebih kuat dibanding bayi yang tidak diberi ASI.  Proses tumbuh kembangnya pun menjadi optimal karena biasanya anak terbebas dari sejumlah serangan penyakit infeksi. Gizi yang seimbang membentuk mesin tubuh yang kokoh. 

Hindari Kegemukan

Anak sehat tidak gemuk dan tidak kurus. Orangtua harus tahu caranya agar anak tidak tumbuh menjadi gemuk. Anak yang gemuk menabung penyakit setelah ia dewasa dan di masa tuanya. Kegemukan sejak kecil sulit dikoreksi karena ukuran sel-sel tubuhnya menjadi lebih besar dan jumlah selnya pun melebihi jumlah yang normal.  Anak yang sudah gemuk sejak kecil akan sulit untuk dikempiskan pola tubuhnya. Anak yang gemuk sejak kecil beresiko terkena diabetes, hipertensi, batu empedu, dan kanker.

Ajarkan Anak Makan dengan Kepala, Bukan dengan Hati

Menu makan kebanyakan orang saat ini cenderung tinggi kalori dan lemak. Menu berkalori tinggi diperoleh dari minyak, lemak, gajih, dan gula. Semua ini banyak terkandung dalam menu junk food dan fast food, serta aneka camilan.

sumber: all-free-download.com


Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak ini cenderung lebih tinggi kadar lemak atau lipid dalam darahnya saat usia remaja. Kondisi ini menyebabkan anak mudah memiliki karak lemak pada dinding pembuluh darahnya (atherosclerosis). Penyakit pembuluh darah ini akan membebani jantung, otak, ginjal anak sejak usianya masih muda.

Karat lemak terbentuk melalui proses yang terjadi sejak kanak-kanak. Jika  karat lemak bertumbuh dua persen setiap tahun, maka dalam waktu 25 tahun karat tersebut sudah menyumbat separuh lumen pipa pembuluh darah. Proses ini bisa dibatalkan dengan memberikan pola makan dengan nutrisi seimbang.

Hindari pula bahan kimiawi yang dapat mengancam kebugaran sel-sel tubuh seperti yang banyak terkandung dalam pengawet, penyedap, pewarna, dan pemanis. Bahan-bahan ini bisa menyebabkan kanker, darah tinggi, dan kelainan bawaan. 

Hindari Stres pada Anak

Anak di masa kini selain cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, juga banyak yang sudah menderita stres sejak kecil. Itu sebabnya angka serangan jantung dan stroke saat ini bergeser ke kelompok umur yang lebih belia yaitu sekitar 35 tahun. Dulu krisis kehidupan bermula setelah usia seseorang mencapai 40 tahun.

Hal yang biasanya membuat anak menjadi cepat stress adalah kurikulum dan metodelogi sekolah yang tanpa kita sadari mengundang stress dan merampas waktu bermain anak.  Banyak orangtua yang hanya memberikan pengajaran pada anak, tetapi bukan pendidikan. Anak dipaksa untuk terus belajar dengan target-target orangtua yang kadang tidak menarik bagi anak. 

Orangtua  diharapkan mampu mengarakan orientasi pendidikan anak dengan benar. Pendidikan bukanlah jalan agar anak semata-mata menjadi sosok sukses yang mampu mencetak uang banyak dan status semata.  Pola pendidikan demikian membuat anak kehilangan makna hidup sehingga ia berkembang menjadi anak kesepian yang tak memahami makna dan arah hidup.

Selain itu, anak juga perlu sehat secara sosial dan bugar secara spiritual. Itu sebabnya anak perlu diajak bergaul dan berkomunitas. 
Menghindari stress pada anak akan membangun anak sehat secara rohani, sosial, dan spiritual yang nantinya akan berdampak pada kondisi fisiknya pula.

Hidup Tertib dan Teratur

sumber : likemindedmamas.com


Tubuh memiliki lonceng (biological clock) yang harus disetel dari sejak kecil. Cara menyetel jam biologis ini dapat melalui kedisiplinan. Disiplin dalam hidup berarti menanamkan karakter menjunjung tinggi kebenaran, menerima tanggungjawab, menunda kepuasan, dan hidup seimbang dunia dan akhirat.

Disiplin membuat mesin tubuh dapat bekerja lancar dan efisien; tahu kapan jam makan, jam jeda, jam tidur, dan jam beraktivitas. Dengan demikian lambung tahu kapan harus bekerja, otak tahu kapan boleh berisitirahat, dan  kelenjar-kelenjar tubuh tahu kapan harus bergiat.

Rata-rata orang yang berumur panjang menjalani hidup yang tertib, segala sesuatu terjadwal, dan disiplin menjalankannya. Dengan mesin tubuh yang lancar, anak akan tumbuh menjadi sosok yang bugar. Mesin tubuh yang sudah disetel dengan jadwal yang dijalankan tertib lebih sensitive merasakan isyarat lapar, mengantuk, dan butuh istirahat.
Sebaliknya, tubuh yang tidak terjadwal waktu biologisnya biasanya kurang mampu melawan krisis fisik. Tubuh menjadi kurang bugar.

Yuk ah, berinvestasi kesehatan  untuk anak. (Ynt)


Sumber: 
Dr. Handrawan Nadesul, Sehat itu Murah, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Mei 2007
Makanan Sehat untuk Ibu Hamil Muda samapai Melahirkan, Mediskus.com

No comments:

Post a Comment