Topeng monyet sudah ada lebih dari seabad lalu di Indonesia.
Foto koleksi Museum Volkenkunde ini bisa menjadi buktinya. Foto yang
tidak diketahui kreatornya tersebut dibuat tahun 1890. Di dalamnya
diperlihatkan seorang dalang, yang memiliki ciri fisik seperti orang India atau Timur Tengah, sedang memainkan
dua monyet di hadapan anak-anak di sebuah kampung di dekat Batavia. Sang dalang
juga membawa keledai. Semua binatang diikat rantai.
Alat musik yang digunakan cukup sederhana. Hanya sebuah alat pukul kecil. Sang dalang bekerja sendirian. Ia yang mengendalikan semua binatang, juga memainkan alat musik.
Ini merupakan foto karya Bonfils yang dikoleksi Spaarnestad Photo. Foto yang diberi
judul Seorang Lelaki dengan drum dan
monyet (yang bisa menari, minum, dan merokok) di atas keledai, di Mesir.
Pemotretan diperkirakan dibuat sekitar tahun 1867 – 1914.
Dalam foto tersebut, binatang yang digunakan
juga sama-sama monyet dan keledai. Alat musiknya pun sama, yaitu drum. Baik di Indonesia maupun di
Mesir, dalang bekerja sendiri. Ia membawa binatang untuk dipertunjukan, drum, juga tongkat. Di masa itu, monyet
terlatih yang dipertunjukan sudah diberi pakaian.
Seiring waktu berjalan, topeng monyet di
Indonesia mengalami banyak perubahan. Ini bisa dilihat pada pertunjukan topeng
monyet tahun 1940-an. Fotografer Charles Breijer mengabadikan sekelompok
pengamen topeng monyet di Jakarta. Foto koleksi Dutch Foto Museum ini
diperkirakan dibuat sekitar tahun 1947 – 1949. Pertunjukan dilakukan di halaman rumah
Charles Breijer untuk menghibur anak perempuannya, Tineke dan Carla Breijer,
serta teman-teman pribuminya.
Di masa ini, topeng monyet sudah dimainkan orang pribumi. Tak
hanya sendiri, dalang sudah dibantu oleh beberapa pemain musik dewasa dan
anak-anak. Alat musik yang digunakan adalah drum/kendang berbagai
ukuran yang dipukul menggunakan stik kayu.
Dalang hanya menggunakan monyet untuk dipertunjukan. Keledai tidak diikutsertakan. Kelompok pengamen topeng monyet membawa pikulan yang berisi alat peraga untuk dimainkan monyet, antara lain kursi, jaring bambu penangkap ikan dalam ukuran mini, topi caping patani,
dan lainnya. Dalam satu
pertunjukan, monyet bisa beberapa kali berganti kostum, disesuaikan dengan peran yang dimainkannya.
Coba bandingkan dengan topeng monyet saat ini. (Ynt)



No comments:
Post a Comment