Saturday, March 30, 2013

Demam Mahoni 1967

Karena mahalnya harga obat, di bulan Juli 1967, biji mahoni mendadak populer menggantikan obat-obat yang diresepkan dokter. Saat itu orang percaya bahwa biji mahoni dapat mengobati kencing manis, pusing, malaria, dan hipertensi. 

Meski kebenaran khasiat dan dosis biji mahoni belum diberikan dinas-dinas kesehatan, “demam” menggunakan biji mahoni sebagai obat telanjur terjadi.  Di Makassar banyak orang memanjati pohon-pohon mahoni di pinggir jalan untuk mendapatkan bijinya. Di jalan-jalan besar Yogyakarta, biji mahoni dari Gunung Kidul dijual anak-anak seharga Rp 5 per 3 bungkus.  (sumber: Kompas)

No comments:

Post a Comment